Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam beberapa tahun terakhir, tren street fashion tengah mencuri perhatian para pencinta fashion dunia. Tak terkecuali Indonesia.

Seperti diketahui, street fashion umumnya dipopulerkan oleh para generasi milenial atau anak-anak muda di kota-kota besar. Ciri khasnya sendiri bisa dilihat dari potongan-potongan busana dari desainer papan atas dunia yang mengedepankan tampilan modern, abstrak, dan edgy.

Konsep inilah yang kemudian diadopsi oleh desainer terkemuka asal Indonesia, Danjyo Hiyoji. Membuka acara Fashion Show Musical hari ke-2 yang digelar oleh Emporium Pluit Mall, Jakarta, Sabtu (26/1/2019), Danjyo Hiyoji berhasil menghipnotis penonton dengan 12 koleksi berkonsep street fashion premium yang mereka usung.

Kepada Okezone, kedua desainer Danjyo Hiyoji mengatakan bahwa koleksi kali ini mengombinasikan berbagai jenis bahan mulai dari raw denim dan kain woven, kemudian dipadukan dengan detail-detail unik seperti hand printed, hand painting, embroidery.

“Konsep yang kami usung sebetulnya mengikuti konsep utama “Crazy Rich Asians” tapi untuk kalangan muda. Jadi dipilihlah premium street wear. Kalau dilihat ada juga detail-detail yang menonjolkan kesan sport luxury yang kini sedang digandrungi,” tutur Liza Masitha, salah satu designer Danjyo Hiyoji.

Sementara untuk urusan warna, sebagian besar koleksi mereka didominasi warna merah yang sengaja dipilih untuk menyambut perayaan Tahun Baru Imlek.

Koleksi ini juga merupakan hasil kolaborasi Danjyo Hiyoji dengan salah satu visual artist Jakarta, Muklay. Berdasarkan penuturan desainer Dana Maulana, Danjyo Hiyoji memang tengah gencar mengeluarkan koleksi-koleksi terbaru yang dapat menyasar seluruh kalangan anak muda, old 9jabet.

“Kita ingin memperluas kostumer, jadi semua anak-anak muda bisa beli. Tidak hanya anak muda yang mapan saja, tapi generasi milenial secara umumnya,” papar Dana.

Selain Danjyo Hiyoji, ada juga puluhan desainer lainnya yang turut memamerkan karyanya selama tiga hari berturut-turut mulai dari tanggal 25, 26, dan 27 Januari mendatang. Mulai dari Ivan Gunawan, Widhi Budimulia, Rinaldy A. Yunardi, Ai Syarif, Ariy Arka, Dana Duryatna, Erdan, Jeany Ang, Nita Seno Adji, Radot Marpaung, Theo Ridzky, Yulia Fandy, Yoyo Prasetyo, dan Irwansyah Mecs.

Sedangkan dari panggung musik, pagelaran busana malam tadi semakin bertambah semarak dengan lantunan musim yang langsung dibawakan oleh Afgan.

 

Sumber :

https://lifestyle.okezone.com/read/2019/01/26/194/2009817/crazy-rich-asians-jadi-inspirasi-koleksi-teranyar-danjyo-hiyoji-milenial-wajib-punya


Pergerakan generasi urban yang semakin dinamis, saat ini telah membawa industri mode ke dalam tren yang lebih berwarna. Selain itu pengaruh teknologi dan gadget juga turut andil dalam memberi nafas baru yang lebih masa kini, sporty dan playfull.

Berangkat dari filosofi tersebut label fashion pakaian ready to wear DANJYO HIYOJI menuangkan ide kreatifnya melalui koleksi Spring/Summer 2018. Menggandeng perusahaan tekstil, Lucky Trend dari PT. Lucky Print Abadi, brand fesyen asal Jakarta ini menampilkan 30 koleksi terbaru bertajuk Splendor Force pada hari kedua gelaran Plaza Indonesia Fashion Week (PIFW) 2018.

“Tema Splendor Force terinsipirasi dari generasi millennials yang identik dengan gadget, teknologi. Nah, dari situ kita coba bikin konsep show yang bisa nunjukkin teknologinya. Semua keliatan dari desain, gaya, dan styling-nya,” ungkap Dana Maulana, desainer Danjyo Hiyoji saat ditemui usai fashion show di Plaza Indonesia, Jakarta, belum lama ini.

Berbeda dari koleksi sebelumnya yang identik dengan layering, kali ini Danjyo Hiyoji menunjukkan proyeksi tren garmen motif penuh warna dari Lucky Tren Urban Motion ke dalam berbagai cutting pakaian ready to wear yang simpel seperti jaket, blazer, jas, gaun, hoodie, celana, dan lain sebagainya.

Kombinasi warna cerah menggambarkan karakter dari generasi millenials yang playfull dan enerjik, seperti pink, hijau, kuning, dan ungu. Sedangkan bahan yang digunakan, DANJYO HIYOJI memilih kombinasi kain yang saat ini sedang tren khususnya di ranah fesyen Indonesia seperti katun, CVC, shiree, rayon, spandex dan poplin.

“Look-nya memang kita pingin sesuatu yang fresh, sporty, muda dengan banyak bordir dan sentuhan digital print. Kebetulan Lucky Trend membebaskan kita untuk memilih jenis kain yang mau kita pake. Sedangkan cutting-nya lebih simpel karena pengen nonjolin kainnya sendiri,” ujar Dana.

Adapun koleksi yang ditampilkan dibagi ke dalam 3 sub tema yakni Surface Sensory, Ultra Fantastis dan HI-POP Lucky Trend Urband Motion. Sesi pertama Surface Sensory, mencerminkan segala hal yang berkaitan dengan human being, di mana seseorang perlu menikmati waktu dan alam dalam kehidupan ini.

Pada sesi Ultra Fantasy, merefleksikan teknologi sebagai bagian dari generasi baru. Pakaian digunakan ke dalam bahan penuh warna dengan sentuhan metalik yang berpancar terang. Sedangkan Hi-POP adalah simbol dari evolusi dan eksplorasi manusia. Terinspirasi dari modern painting dan nocturnal life effects yang penuh dengan energi.

Pada akhir show Danjyo Hiyoji dan Lucky Tren mempersembahkan koleksi yang mampu menyala dalam kegelapan atau glowing in the dark.

“Kami sangat senang melihat bagaimana teknologi ditanam kembali di masing-masing garmen, yang merupakan kejutan dikoleksi ini,” tandas Liza, Creative Director Danjyo Hiyoji.

(fid/JPC)

Sumber :
https://www.jawapos.com/read/2018/03/24/198687/spirit-millennials-dalam-rancangan-danjyo-hiyoji-dan-lucky-trend


Menjelang Natal dan tahun baru, hawa liburan semakin terasa. Momen ini dimanfaatkan oleh label busana lokal Danjyo Hyoji yang baru saja merilis koleksi terbarunya bertemakan liburan.

Berkolaborasi dengan Heineken Light, Danjyo Hiyoji menghadirkan pagelaran busana dengan dominasi warna putih-hijau yang terinspirasi dari kemasan Heineken. Seluruh koleksi ini bertajuk ‘Albesen’.

“Kami selalu mendukung industri kreatif. Heineken dan Danjyo Hiyoji memiliki visi yang sama untuk memperkenalkan momen-momen light,” jelas Ria Sutrisno selaku Marketing Manager Heineken pada kumparan (kumparan.com) dalam acara Heineken Light Here Light Now Party di Grand Hyatt, Jakarta Pusat, Minggu (10/12).

Ria menambahkan, koleksi yang ditampilkan oleh Danjyo Hiyoji sangat sesuai dengan karakter Heineken Light yang mengusung momen-momen liburan sembari bersantai. Christmas Promotions on our brands and Netticasino Bonus change

Brand milik Dana Maulana dan Liza Masitha ini menghadirkan 25 pieces koleksi untuk pria dan wanita. Seluruh koleksinya menggunakan material berbahan dasar katun. Perpaduan pita transparan hijau, bubble wraps, dan holographic beading (manik-manik) yang mewakili DNA Danjyo Hiyoji juga turut dihadirkan di sini.

“Koleksi ini sangat cocok dipakai saat sedang berlibur karena didesain khusus agar terasa ringan dan flowy saat dipakai,” kata Dana Maulana, salah satu founder dari Danjyo Hiyoji.

Perpaduan warna hijau dan putih dalam pagelaran fashion show ini dikemas dengan desain yang apik. Dengan warna putih yang mendominasi keseluruhan pakaian, aksesoris pita transparan hijau terlihat menyatu dengan keseluruhan tampilan.

Tak lupa, penggunaan bubble wraps yang memiliki kesan aneh, justru menjadi sajian yang unik dalam koleksi ini. Penggunaan warna hijau yang minim, juga memberikan kesan minimalis namun mewah dalam keseluruhan desain.

Nantinya, koleksi Albesen akan tersedia di pop up store Danjyo Hiyoji di Senayan City dengan kisaran harga Rp 700 ribu hingga Rp 1,5 juta.

“Semua looks yang ada di show ini sudah dapat dibeli mulai besok space wars best. Benar, see now buy now,” tutup Dana pada kumparan.

https://kumparan.com/@kumparanstyle/heineken-x-danjyo-hiyoji-hadirkan-busana-unik-berbahan-bubble-wrap


Nuansa futuristik begitu terasa saat pagelaran busana Danjyo Hiyoji X Vivo dimulai pada Jumaat malam (27/10/2017). Bertempat di fashion tent Jakarta Fashion Week 2018, label yang digawangi oleh Dana Maulana dan Liza Mashita ini membukanya dengan permainan tata lampu berwarna royal blue yang dramatis.

Perlahan, satu per satu model mulai mem-presentasikan koleksi yang diberi nama “Soori”. Koleksi “Soori” yang mengangkat tema teknologi ini diterjermahkan secara ‘smooth’ oleh Danjyo Hiyoji lewat dominasi warna biru yang lekat dengan kesan modern.

Liza Mashita memang mengungkapkan bahwa kolaborasinya dengan Vivo adalah soal mengawinkan teknologi dan fashion. “Kami terinspirasi untuk menciptakan koleksi desain yang terdepan dengan menghadirkan koleksi ready-to-wear yang futuristic dan structured dengan sentuhan modern.” Kata Liza Mashita.

Untuk show kali ini, Danjyo Hiyoji masih menampilkan koleksi ready-to-wear. Koleksi yang hadir antara lain deretan sleek dress, blus dan bawahan berdesain minimalis dan tak lupa atasan dengan aksen wrapped yang menjadi signature brand ini. Soal cutting, label ini masih bermain pada potongan desain modern yang dihadirkan lewat asymmetric dan loose cutting.

Danjyo Hiyoji juga tetap menyisipkan ciri khasnya seperti teknik lipit ala Origami, wrapped style serta sentuhan desain yang sleek. Menariknya, selain para model yang melenggang sambil menggenggam handphone, brand yang satu ini juga menampilkan sentuhan aksesori yang menyerupai transparent vest dengan detail kantong yang di isi berbagai alat tulis. Very catchy!

https://theshonet.com/journal-article/fashion/danjyo-hiyoji-x-vivo-sukses-hadirkan-sentuhan-fashion-dan-teknologi


Kolaborasi di atas panggung Jakarta Fashion Week 2018 memang selalu mencuri perhatian, seperti koleksi yang dihadirkan oleh brand Danjyo Hiyoji dalam pertunjukan Blibli.com tadi malam (24/10/2017). Dengan tema “Fashion Fusion” yang diusung oleh Blibli.com, Danjyo Hiyoji berbagi panggung dengan brand lokal ternama lainnya, yaitu Hunting Fields, Papercut, dan POP.U by Populo Batik.

Nama Danjyo Hiyoji tentu tak asing lagi di telinga Anda, brand yang diprakarsai oleh Liza Masitha dan Dana Maulana ini selalu sukses menghadirkan koleksi yang edgy dan dinamis. Dalam show bersama Blibli.com di panggung JFW 2018 tadi malam, Danjyo Hiyoji menghadirkan koleksi yang sedikit berbeda dari biasanya. Liza Masitha, selaku desainer dari Danjyo Hiyoji, pada press conference tadi malam (24/10/2017) mengatakan, “Kali ini kita mencoba untuk menantang diri sendiri dengan menghadirkan koleksi dalam tema yang belum pernah kita coba sebelumnya.” Yup, Danjyo Hiyoji sukses menghadirkan koleksi dengan tema romantis tadi malam.

Menamai koleksi dengan sebutan ARC, Danjyo Hiyoji menampilkan berbagai busana dengan warna lembut yang feminin. Dengan dominasi warna pink, nude dan putih, koleksi Danjyo Hiyoji tadi malam benar-benar membuat mata Anda ‘adem’. Simpel namun tetap edgy dengan berbagai cuttingan asimetris yang kental dengan kultur Jepang, melalui sentuhan pita origami dan detail unik. Potongan sederhana pada setiap piece dengan konsisten mempertahankan garis rancangan edgy look-nya yang khas dengan memberikan sentuhan edgy feminine, juga masih terlihat jelas. Kabar gembiranya, koleksi busana romantis Danjyo Hiyoji di panggung JFW 2018 tadi malam juga bisa langsung Anda beli di situs Blibli.com.

https://womantalk.com/fashion/articles/bersama-blibli-com-untuk-pertama-kalinya-danjyo-hiyoji-hadirkan-busana-romantis-di-jakarta-fashion-week-2018-x8gQR


“Sebagai label busana, Danjyo Hiyoji merupakan sinonim dari gaya berani penggemar mode Jakarta. Dengan formula desain mereka, adakah hal baru yang ditawarkan musim ini?”

STYL.ID, Jakarta–Gemini merujuk pada konstelasi bintang yang diwakili oleh si kembar Castor dan Pollux. Apa jadinya jika Gemini dijadikan referensi dari koleksi busana? Label Danjyo Hiyoji mencoba mengeksplorasi karakter si kembar dalam peragaannya di Jakarta Fashion Week 2018, Sabtu, 21 Oktober 2017.

Dalam astrologi, Gemini disebut sebagai karakter yang sangat suka berbicara dan cenderung terbuka mengutarakan pemikirannya. Bagaimana dengan Gemini versi Danjyo? Duo Liza Mashita dan Dana Maulana menerjemahkannya lewat presentasi pasangan peragawan dan peragawati dengan tampilan yang berpasang-pasangan aalesundbk.

Mulai dari model pria berambut kribo, hingga model wanita yang berambut panjang, semuanya berpadu di penghujung presentasi. Dari segi potongan pakaian, label ini masih mempertahankan siluet longgar, ataupun bukaan ala kimono sebagai salah satu ciri labelnya.

Sweater, permainan anyam, aksen pita yang disusun sebagai aplikasi dan juga aksen rumbai pada beberapa bagian menjadi salah satu permainan baru yang coba dieksplorasi musim ini. Palet warna putih, oranye, hitam, hingga biru tua menjadi palet utama Danjyo.

Lalu, apakah ‘Si Kembar’ berhasil memikat mereka yang menonton? Sebagai label yang sudah sukses bertahun-tahun, Danjyo memang punya massa tersendiri. Kebanyakan karya mereka dengan mudahnya langsung dibeli oleh para penggemar sehabis fashion show.

Meskipun ada eksplorasi baru di musim ini dari Danjyo, semuanya cenderung masih dalam batas aman karena masih banyak siluet yang terlihat kembar dari musim sebelumnya. Tentu, bisnis masih harus berjalan. Membikin siluet yang sama dalam beberapa musim masih sah dilakukan oleh banyak desainer Indonesia.

Dengan empat peragaan busana di JFW 2018, tidak mudah bagi Danjyo untuk memuaskan semua mata penggemar mode. Jumlah peragaan yang diikuti oleh Danjyo juga menjadi penanda seberapa besar penggemar mereka.

Phoo by JFW/Femina Group

https://www.styl.id/runway/105/gemini-si-kembar-ala-danjyo-hiyoji


Menutup perhelatan Plaza Indonesia’s Men Fashion Week (PIMFW) 2017 yang berlangsung pada hari Jumat tanggal 29 September 2017 lalu, duo Dana Maulana & Liza Masitha dari Danjyo Hiyoji bekerjasama dengan Reebok dalam rangkaian show bertajuk Sneakers Culture yang menjadi highlight PIMFW tahun ini.

Fakta jika Danjyo Hiyoji adalah salah satu label lokal yang punya cult followers yang loyal terlihat jelas saat para undangan dengan sabar menanti dibukanya show terakhir ini walaupun molor lama dari jadwal yang telah ditetapkan dan lampu-lampu Plaza Indonesia mulai dipadamkan. But thankfully, it was worth the wait.

Tampil setelah All The Things I’ve Done x Converse dan no’om | no’mi x Badass Monkey, Danjyo Hiyoji memulai show dengan visual cipratan warna vibrant di video wall dan runway soundtrack yang pumping. Bertajuk BOYS 2017, dalam koleksi ini Dana & Lisa terinspirasi dari cowok-cowok urban dari semua segmen generasi XYZ dengan latar belakang yang beragam. Hal itu diwakili oleh model-model cowok yang berjalan dan berpose dengan attitude cuek seolah they know they looks good.

Dari dapper to street, BOYS menggabungkan potongan-potongan berkelas yang disesuaikan dengan sisi edginess dari jalanan. Bervolume loose yang menunjukkan gagasan tentang tampilan street look yang effortless, namun potongannya yang clean memberi sentuhan akhir yang berkelas dan mewah. Palet warna yang muncul cenderung netral dengan percikan warna di beberapa pieces yang tak terlihat berebut menjadi spotlight, tapi lebih sebagai aksen.

Kombinasi kain juga memainkan peran penting untuk koleksi ini, mulai dari katun hingga wol, pemilihan kain memberikan kontras yang bagus dari pertemuan antara kemewahan tailoring dengan street look. Sebagai pelengkap, koleksi ini juga menampilkan beberapa aksesori seperti tote bag, fanny pack, dan snapback.

Menutup show yang memang seru ini, rapper perempuan lokal yang sedang hits, Ramengvrl, muncul dari bangku penonton dan menyanyikan single terbarunya berjudul “I’m Da Man” yang sukses membuat semua undangan mengeluarkan smartphone masing-masing untuk menangkap momen tersebut dan mengunggahnya ke berbagai media sosial, and that’s how you close a show of Yesgirls.

http://www.nylonindonesia.com/2017/10/busy-thinking-about-boys.html


post

Photo: Fadillah Said

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ingin tampil beda namun justru terlihat seragam. Itulah ungkapan yang dilontarkan salah seorang pendiri Danjyo Hiyoji, Dana Maulana.

Ungkapan tersebut menurutnya mengambarkan tren fashion sekarang. Menyadari fenomena ini, Dana menuangkan inspirasinya tersebut dalam koleksinya yang akan dipamerkan dalam Jakarta Fashion Week (JFW) 2017.

Dalam peragaan busana tersebut, Danjyo Hiyoji memamerkan 8 koleksi busana pria dan 8 koleksi busana wanita.

“Koleksi kali ini cukup berwarna dipadukan dengan teknik layering dan potongan yang asimetris,” tuturnya dalam konferensi pers  pada Kamis (27/10) di Senayan City.

Danjyo Hiyoji berkolaborasi dengan Zalora dalam JFW menghadirkan peragaan busana bertema Urbanist. “Kami bekerja sama dengan Zalora karena pasarnya Zalora sesuai dengan pasar Danjyo Hiyoji dan kami juga ingin memperluas pasar kami.”

Seluruh koleksi Danjyo Hiyoji akan tersedia di Zalora pada pukul 21.00 hari ini dan bisa langsung dibeli secara online di seluruh Indonesia.

Dalam peragaan busana tersebut juga ditampilkan koleksi I.K.Y.K dan Sejauh Mata Memandang.

 

Source


not-afraid-to-rain

 

Tidak hanya para artis internasional yang menjadi daya tarik atau magnet We The Fest 2016. Sebuah fashion show dari kolaborasi Generation G x Danjyo Hiyoji juga menyedot perhatian para pengunjung gelaran yang kali ini diadakan dua hari, 13-14 Agustus lalu di Parkir Timur Senayan, Jakarta. Dynamic Duo, Dana Maulana dan Liza Masitha, memamerkan sejumlah koleksi kolaborasi dengan Generation G yang didominasi warna merah, hitam, dan putih. Apa yang ditampilkan kemarin di We The Fest tahun ketiga ini merupakan koleksi yang kental sekali dengan karakter Danjyo Hiyoji. Anda mungkin melewatkan fashion show tersebut, tapi kami mendokumentasikannya dalam galeri ini. Semua foto didokumentasikan oleh Satria Perdana.

 

danjyo-hiyoji-looks-good-in-both-men-and-women-322vkfaozsv8m2jgzt69sa


Danjyo Hiyoji Spring Summer 2016 Paradiso x Nissan March Invashion adalah koleksi terbaru dari danjyo hiyoji untuk Nissan March yang menghubungkan alam dan kehidupan perkotaan, Koleksi yang terinspirasi dari 3 warna Nissan march terbaru yaitu putih mutiara, biru metalik, dan merah metalik.

Paradiso coba mengelompokkan gaya hidup perkotaan yang juga menjadi tema Nissan March tahun ini yaitu Lively Sky Blue, Urban Ruby Red dan Nature Pearl White.

Diwujudkan dalam permainan warna, penggunaan motif yang dirancang sedemikian rupa agar tidak hanya mewakili karakter masing masing new Nissan March namun tetap mengekspresikan trend musim mendatang. For help getting a loan look up personal-loan