Guys, jika Anda ingin tampil lebih santai saat hang out bersama the girls, pilihan busana streetwear adalah opsi terbaik. Namun, jangan terpaku dengan label streetwear dari luar negeri aja ya. Di Indonesia sendiri, saat ini sudah banyak busana bergaya street yang kekinian dan memiliki kualitas terbaik. Tak banyak di antaranya juga telah memenangkan ajang fashion, baik di Indonesia maupun internasional. Sebut saja Studio Moral, tahun lalu dirinya baru saja terpilih sebagai runner up dari ajang Asia NewGen Fashion Award (ANFA), yang diadakan oleh Bazaar wilayah Asia.

 

9. Danjyo Hiyoji

Eksperimental dan fun, adalah kata-kata yang menggambarkan label ini. Koleksinya sangat cocok untuk kamu yang senang memadu padan tampilan yang nyentrik dan penuh aksi. Motif cetak seru, dengan permainan warna juga diinjeksikan dalam setiap busananya.

 

Sumber ; https://www.cosmopolitan.co.id/article/read/1/2019/15291/simak-15-brand-streetwear-lokal-favorit-cosmo




Tak dipungkiri gaya streetwear dan activewear menjadi acuan berpakaian di masa kini mampu bertahan lama di industri fashion lokal maupun global. Melatar belakangi dari tahun 90an dimana streetwear pertama kalinya muncul sebagai pengaruh dari pergerakan budaya yang terdapat pada fashion, musik, film maupun seni. Streetwear yang sekarang sudah melebar ke ranah luxury fashion dikreasikan oleh berbagai brand fashion luxury dunia dari sneakers, hoodie hingga T – Shirt.

 Pada Fashion Notes kali ini, saya mengangkat Danjyo Hiyoji brand fashion streetwear di Indonesia yang banyak menginspirasi generasi muda, selalu berinovasi dan mampu bertahan di industri fashion. Danjyo Hiyoji yang didirikan oleh Dana Maulana bersama Liza Masitha sejak tahun 2009 telah memperoleh berbagai penghargaan Instyle Indonesia Magazine Award 2012, Label of The Year oleh Elle Indonesia Magazine di tahun 2010 dan The Most Innovative Local Brand oleh Cleo Indonesia Fashion Award di tahun 2009.


 Danjyo Hiyoji juga sangat aktif dan konsisten menampilkan koleksi – koleksinya di berbagai fashion week seperti Jakarta Fashion Week, Plaza Indonesia Men Fashion Week, lalu mendapatkan kesempatan baik untuk menampilkan karya mereka di Amazon Fashion Week Tokyo pada Maret 2019 mempresentasikan koleksi Autumn Winter 2019.


Boleh diceritakan latar belakang berdirinya Danjyo Hiyoji?
Latar belakang sebenarnya saat kita masih kuliah, ketika itu kami berdua memiliki ketertarikan yang sama di fashion walaupun dengan background berbeda Dana Maulana dari teknik dan Liza Masitha yang dari komunikasi, tapi saat itu kita melihat peluang untuk membuat bisnis yang bisa disukai dalam komunitas sekitar kita, itu adalah alasan utama berdirinya kita.


Tentang aliran maupun gaya fashion yang diusung oleh Danjyo Hiyoji

Sebenarnya untuk aliran itu sesuai dengan nama kita, Danjyo berasal dari Bahasa jepang itu artinya ‘Unisex’ dan apa yang kita kreasikan adalah produk – produk yang fleksibel dipakai untuk pria dan wanita. 


Bagaimana kiat Danjyo Hiyoji mampu memikat perhatian dan ketertarikan generasi muda (generasi millennial dan z) untuk brand Danjyo Hiyoji?
Danjyo Hiyoji selalu memelihara DNA yang sudah kita tanam dari awal kita mulai yaitu ‘Youth Spirit’. 
Kontribusi Danjyo Hiyoji cukup banyak untuk industri fashion Indonesia, boleh diceritakan hal apa saja?
Kita adalah produk lokal Made In Indonesia, walaupun kami tidak sering mengolah traditional fabric (Batik, Tenun, dll), tapi SDM kita dan aspek – aspek yang kami pakai dalam koleksi Danjyo Hiyoji pastinya ditanamkan dan diberikan hal – hal yang berunsur Indonesia. 


Apa saja proyek Danjyo Hiyoji selanjutnya?Setelah beberapa show di bulan – bulan belakangan ini, kami bertujuan untuk memperluas distribusi kami di beberapa tempat dan memperluas segmen agar dapat mengambil market audience yang lebih besar.


 Pengaturan internal oleh para pendiri Dana Maulana dan Liza Masitha sangat cermat dan efisien, mereka mampu untuk saling mengisi dengan baik menghasilkan strategi yang optimal dalam mempromosikan brand Danjyo Hiyoji dan menampilkan karya mereka yang berkualitas. Menurut Dana strategi brand Danjyo Hiyoji sehingga berkompetensi membawa nama Indonesia di industri fashion global/ internasional adalah konsitensi dan fleksibilitas, sedangkan bagi Liza Masitha hal – hal yang membuat koleksi Danjyo Hiyoji menjadi lebih memiliki daya jual adalah kami melihat dari berbagai sisi yaitu desain dan material yang digunakan maupun hasil kualitas produk kita, dimana kami selalu mengeksplorasi segi desain, desain motif, potongan pola, treatment maupun material yang dipilih (tekstil dan lainnya). Dalam setiap koleksi kita selalu menghadirkan sesuatu yang baru tanpa meninggalkan DNA Danjyo Hiyoji yang playful yet bold.


Tentang Janet Teowarang:
Janet Teowarang merupakan founder dan creative director brand fashion miliknya yaitu Allegra Jane, selain itu Janet juga menjadi dosen di Universitas Ciputra Surabaya. Janet meraih Australia Awards dari Pemerintah Australia di sektor Fashion dan Textile. Karyanya juga telah dipresentasikan di Indonesia Fashion Week, Mercedes Benz Asia Fashion Award dan mengikuti kompetisi Mango Fashion Award di Spanyol.
Dokumentasi Foto milik Danjyo Hiyoji ( https://www.instagram.com/danjyohiyoji/ )
Sumber ; http://www.sheradiofm.com/news/2019/22-6031-Danjyo-Hiyoji-Pelopor-Streetwear-Fashion-di-Indonesia-


Jakarta, CNN Indonesia — Klub malam bukan sekadar tempat bersenang-senang melepas penat di tengah hiruk pikuk perkotaan. Bagi Dana Maulana dan Liza Mashita, klub merupakan sumber inspirasi untuk koleksi teranyar label Danjyo Hiyoji.

Gemerlap kelab malam dan nuansa disko bertransformasi menjadi desain yang riuh rendah. Warna-warna menyalak berpadu dengan gaya streetwear khas milenial tetap hadir sebagai ‘ideologi’ fesyen yang dianut Danjyo Hiyoji.

“Enggak semua klub itu negatif, inspirasi koleksi kali ini datang dari klub, koleksinya sangat disko sekali,” kata Liza dalam konferensi pers jelang show di Jakarta Fashion & Food Festival di Harris Hotel & Conventions Kelapa Gading, Jakarta, Sabtu (17/8) malam.

 

 

Bertajuk “Club Danjyo Hiyoji 18+”, koleksi ini didesain khusus untuk anak muda dan mereka yang berjiwa muda. Terdapat 30 look dengan warna cerah yang dibagi dalam empat sekuens berupa kain print hingga ragam denim. Koleksi ini menggunakan variasi bahan, mulai dari sutra halus hingga nilon.

Di sekuens pertama, warna merah menyala pada atasan cropped tee berlengan panjang dipadu rok dengan tambahan kain bergelombang langsung memeriahkan runway. Sang model yang dilengkapi aksesori pita besar dan sepatu yang juga berwarna merah itu membawa lampu disko.

Busana merah menyala itu juga tersedia untuk pria. Danjyo Hiyoji memang merupakan label yang membuat rancangan busana untuk pria dan wanita, dan ada juga yang bisa dipakai untuk keduanya.

Setelah warna merah, giliran beragam koleksi dengan paduan warna biru dan kuning tampil di atas runway. Atasan berupa kemeja dan blus, rok pleated, celana palazzo, hingga luaran dikombinasikan pada sekuens ini.

 

Pada sekuens kedua, Danjyo Hiyoji menampilkan warna biru yang lebih muda. Corak garis-garis seperti koleksi sebelumnya, juga terlihat di koleksi baru ini. Tambahan detail disematkan pada bagian perut, lengan, serta leher. Warna hijau stabilo juga muncul memberikan kesan yang sporty.

Dalam rangkaian berikutnya, Dana dan Liza bermain dengan biru, hitam, dan merah. Tampilan yang dihasilkan juga bisa menjadi formal atau kasual.

Sekuens terakhir yang ditampilkan pada show kali ini didominasi oleh bahan denim dengan warna biru dan pink yang lembut.

Rentetan koleksi teranyar Danjyo Hiyoji ini bak idiosinkrasi. Padu padan yang tak biasa ditambah spektrum warna yang menyalak bikin mata melotot.

 

Desainer baru

Pada koleksi anyar kali ini, Dana dan Liza memperkenalkan desainer baru Danjyo Hiyoji, Gerard Michael Simiadi. Duo Dana dan Liza merekrut desainer muda yang akrab disapa Michael itu lantaran ingin tetap mempertahankan jiwa muda Danjyo Hiyoji yang sudah berusia 10 tahun ini.

Seiring bertambah usia, Dana dan Liza mengaku tak mudah untuk tetap mengetahui dan mengikuti gaya anak muda kekinian. Desainer baru ini diharapkan dapat membawa jiwa muda dalam roh Danjyo Hiyoji.

“Ini merupakan bentuk regenerasi. Kami ingin Danjyo Hiyoji tetap muda, salah satunya dengan desainer yang memang anak muda,” ungkap Dana.

Dana dan Liza menilai Michael merupakan desainer yang cepat beradaptasi dan paham dengan arah garis rancangan Danjyo Hiyoji.

Michael merintis karier di Danjyo Hiyoji sejak berstatus magang. Lulusan ESMOD ini lalu bekerja tetap di label. Baru pada pertengahan tahun ini, Dana dan Liza mempercayakan Michael untuk ikut menggarap koleksi terbaru.

“Sampai saat ini saya masih dibimbing Kak Dana dan Kak Liza. Masih perlu banyak belajar,” udap Michael.

Saat show berakhir, Dana dan Liza yang biasanya tampil berdua, kini menggandeng Michael. Mereka bertiga berjalan melintasi para model yang memperagakan koleksi “Club 18+”, menyapa penonton, dan juga berpose di depan fotografer.

 

Sumber ; https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20190819070902-277-422558/danjyo-hiyoji-dan-warna-disko-yang-menyalak

 



Tahun ini perancang busana lokal akan menjajal pasar Jepang melalui koleksi teranyar mereka dalam pagelaran prestisius Amazon Fashion Week Tokyo yang akan diselenggarakan pada 18-20 Maret 2019 mendatang .

Dalam pagelaran Amazon Fashion Week Tokyo, perancang busana atau label yang akan mewakili adalah Danjyo Hiyoji dan Eridani. Creative Director Danjyo Hiyoji Liza Mashita mengatakan pada gelaran tersebut dia akan membawakan spirit dari pekan olahraga Olympic Games yang akan diselenggarakan di Jepang pada 2020 nanti.

“Energi yang kita tangkap,dan energi itu yang kita bawa ke koleksi. Untuk styling kita lebih mengurangi layering, karena sport inspired kita akan banyak siluet bomber atau jacket,” katanya.

Dia mengatakan memang tidak membawa kain tradisonal dalam pagelaran itu. Namun menurutnya, spirit Indonesia tidak hanya dilihat dari kain tradisional saja, melainkan juga kreativitas yang unik yang dimiliki label Danjyo Hiyoji. “Kita memang tidak membawa kain tradisional, tapi seharusnya Indonesia bisa lebih keluar dari itu, kita ingin menjadi brand yang global,” katanya.

Dari sisi bahan, lanjutnya, koleksi akan dibuat dengan material silk organza, parasut, dan kombinasi semi wool. Check out audiophile-scientifique.com detail koleksi akan ditambah dengan hand embroidery.

Founder Danjyo Hiyoji Dana Maulana menambahkan ikut sertanya Danjyo Hiyoji ingin membuktikan bahwa karya anak Indonesia dapat membuat sesuatu kreatif yang bersifat lebih modern. Sementara dari pilihan warna, kali ini Danjyo lebih memilih warna monokrom. Pasalnya, dia melihat kecenderungan masyarakat Jepang lebih dominan menyukai warna monokrom.

“Kita tidak tahu sih ekspektasi mereka juga akan seperti apa, tapi kita berusaha bikin sesuatu yang sekreatif mungkin,” katanya.

Dana mengatakan Danjyo Hijoji tidak hanya memamerkan koleksi busananya, namun dia juga ingin menaikan bisnisnya. “Jepang itu marketnya sama dengan Indonesia, kita sudah pelajari. Karena kita tidak hanya ingin branding saja, tapi bagaimana harus mengambil pasar, semua hal kita maksimalkan,” jelasnya.

Sumber: https://lifestyle.bisnis.com/read/20190312/104/898654/ke-jepang-desainer-danjyo-hiyoji-bawa-spirit-olympic-games#


Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam beberapa tahun terakhir, tren street fashion tengah mencuri perhatian para pencinta fashion dunia. Tak terkecuali Indonesia.

Seperti diketahui, street fashion umumnya dipopulerkan oleh para generasi milenial atau anak-anak muda di kota-kota besar. Ciri khasnya sendiri bisa dilihat dari potongan-potongan busana dari desainer papan atas dunia yang mengedepankan tampilan modern, abstrak, dan edgy.

Konsep inilah yang kemudian diadopsi oleh desainer terkemuka asal Indonesia, Danjyo Hiyoji. Membuka acara Fashion Show Musical hari ke-2 yang digelar oleh Emporium Pluit Mall, Jakarta, Sabtu (26/1/2019), Danjyo Hiyoji berhasil menghipnotis penonton dengan 12 koleksi berkonsep street fashion premium yang mereka usung.

Kepada Okezone, kedua desainer Danjyo Hiyoji mengatakan bahwa koleksi kali ini mengombinasikan berbagai jenis bahan mulai dari raw denim dan kain woven, kemudian dipadukan dengan detail-detail unik seperti hand printed, hand painting, embroidery.

“Konsep yang kami usung sebetulnya mengikuti konsep utama “Crazy Rich Asians” tapi untuk kalangan muda. Jadi dipilihlah premium street wear. Kalau dilihat ada juga detail-detail yang menonjolkan kesan sport luxury yang kini sedang digandrungi,” tutur Liza Masitha, salah satu designer Danjyo Hiyoji.

Sementara untuk urusan warna, sebagian besar koleksi mereka didominasi warna merah yang sengaja dipilih untuk menyambut perayaan Tahun Baru Imlek.

Koleksi ini juga merupakan hasil kolaborasi Danjyo Hiyoji dengan salah satu visual artist Jakarta, Muklay. Berdasarkan penuturan desainer Dana Maulana, Danjyo Hiyoji memang tengah gencar mengeluarkan koleksi-koleksi terbaru yang dapat menyasar seluruh kalangan anak muda, old 9jabet.

“Kita ingin memperluas kostumer, jadi semua anak-anak muda bisa beli. Tidak hanya anak muda yang mapan saja, tapi generasi milenial secara umumnya,” papar Dana.

Selain Danjyo Hiyoji, ada juga puluhan desainer lainnya yang turut memamerkan karyanya selama tiga hari berturut-turut mulai dari tanggal 25, 26, dan 27 Januari mendatang. Mulai dari Ivan Gunawan, Widhi Budimulia, Rinaldy A. Yunardi, Ai Syarif, Ariy Arka, Dana Duryatna, Erdan, Jeany Ang, Nita Seno Adji, Radot Marpaung, Theo Ridzky, Yulia Fandy, Yoyo Prasetyo, dan Irwansyah Mecs.

Sedangkan dari panggung musik, pagelaran busana malam tadi semakin bertambah semarak dengan lantunan musim yang langsung dibawakan oleh Afgan.

 

Sumber :

https://lifestyle.okezone.com/read/2019/01/26/194/2009817/crazy-rich-asians-jadi-inspirasi-koleksi-teranyar-danjyo-hiyoji-milenial-wajib-punya



Pergerakan generasi urban yang semakin dinamis, saat ini telah membawa industri mode ke dalam tren yang lebih berwarna. Selain itu pengaruh teknologi dan gadget juga turut andil dalam memberi nafas baru yang lebih masa kini, sporty dan playfull.

Berangkat dari filosofi tersebut label fashion pakaian ready to wear DANJYO HIYOJI menuangkan ide kreatifnya melalui koleksi Spring/Summer 2018. Menggandeng perusahaan tekstil, Lucky Trend dari PT. Lucky Print Abadi, brand fesyen asal Jakarta ini menampilkan 30 koleksi terbaru bertajuk Splendor Force pada hari kedua gelaran Plaza Indonesia Fashion Week (PIFW) 2018.

“Tema Splendor Force terinsipirasi dari generasi millennials yang identik dengan gadget, teknologi. Nah, dari situ kita coba bikin konsep show yang bisa nunjukkin teknologinya. Semua keliatan dari desain, gaya, dan styling-nya,” ungkap Dana Maulana, desainer Danjyo Hiyoji saat ditemui usai fashion show di Plaza Indonesia, Jakarta, belum lama ini.

Berbeda dari koleksi sebelumnya yang identik dengan layering, kali ini Danjyo Hiyoji menunjukkan proyeksi tren garmen motif penuh warna dari Lucky Tren Urban Motion ke dalam berbagai cutting pakaian ready to wear yang simpel seperti jaket, blazer, jas, gaun, hoodie, celana, dan lain sebagainya.

Kombinasi warna cerah menggambarkan karakter dari generasi millenials yang playfull dan enerjik, seperti pink, hijau, kuning, dan ungu. Sedangkan bahan yang digunakan, DANJYO HIYOJI memilih kombinasi kain yang saat ini sedang tren khususnya di ranah fesyen Indonesia seperti katun, CVC, shiree, rayon, spandex dan poplin.

“Look-nya memang kita pingin sesuatu yang fresh, sporty, muda dengan banyak bordir dan sentuhan digital print. Kebetulan Lucky Trend membebaskan kita untuk memilih jenis kain yang mau kita pake. Sedangkan cutting-nya lebih simpel karena pengen nonjolin kainnya sendiri,” ujar Dana.

Adapun koleksi yang ditampilkan dibagi ke dalam 3 sub tema yakni Surface Sensory, Ultra Fantastis dan HI-POP Lucky Trend Urband Motion. Sesi pertama Surface Sensory, mencerminkan segala hal yang berkaitan dengan human being, di mana seseorang perlu menikmati waktu dan alam dalam kehidupan ini teen cfnm porn.

Pada sesi Ultra Fantasy, merefleksikan teknologi sebagai bagian dari generasi baru. Pakaian digunakan ke dalam bahan penuh warna dengan sentuhan metalik yang berpancar terang. Sedangkan Hi-POP adalah simbol dari evolusi dan eksplorasi manusia. Terinspirasi dari modern painting dan nocturnal life effects yang penuh dengan energi.

Pada akhir show Danjyo Hiyoji dan Lucky Tren mempersembahkan koleksi yang mampu menyala dalam kegelapan atau glowing in the dark.

“Kami sangat senang melihat bagaimana teknologi ditanam kembali di masing-masing garmen, yang merupakan kejutan dikoleksi ini,” tandas Liza, Creative Director Danjyo Hiyoji.

(fid/JPC)

Sumber :
https://www.jawapos.com/read/2018/03/24/198687/spirit-millennials-dalam-rancangan-danjyo-hiyoji-dan-lucky-trend


Menjelang Natal dan tahun baru, hawa liburan semakin terasa. Momen ini dimanfaatkan oleh label busana lokal Danjyo Hyoji yang baru saja merilis koleksi terbarunya bertemakan liburan.

Berkolaborasi dengan Heineken Light, Danjyo Hiyoji menghadirkan pagelaran busana dengan dominasi warna putih-hijau yang terinspirasi dari kemasan Heineken. Seluruh koleksi ini bertajuk ‘Albesen’.

“Kami selalu mendukung industri kreatif. Heineken dan Danjyo Hiyoji memiliki visi yang sama untuk memperkenalkan momen-momen light,” jelas Ria Sutrisno selaku Marketing Manager Heineken pada kumparan (kumparan.com) dalam acara Heineken Light Here Light Now Party di Grand Hyatt, Jakarta Pusat, Minggu (10/12).

Ria menambahkan, koleksi yang ditampilkan oleh Danjyo Hiyoji sangat sesuai dengan karakter Heineken Light yang mengusung momen-momen liburan sembari bersantai. Christmas Promotions on our brands and Netticasino Bonus change

Brand milik Dana Maulana dan Liza Masitha ini menghadirkan 25 pieces koleksi untuk pria dan wanita. Seluruh koleksinya menggunakan material berbahan dasar katun. Perpaduan pita transparan hijau, bubble wraps, dan holographic beading (manik-manik) yang mewakili DNA Danjyo Hiyoji juga turut dihadirkan di sini.

“Koleksi ini sangat cocok dipakai saat sedang berlibur karena didesain khusus agar terasa ringan dan flowy saat dipakai,” kata Dana Maulana, salah satu founder dari Danjyo Hiyoji.

Perpaduan warna hijau dan putih dalam pagelaran fashion show ini dikemas dengan desain yang apik. Dengan warna putih yang mendominasi keseluruhan pakaian, aksesoris pita transparan hijau terlihat menyatu dengan keseluruhan tampilan.

Tak lupa, penggunaan bubble wraps yang memiliki kesan aneh, justru menjadi sajian yang unik dalam koleksi ini. Penggunaan warna hijau yang minim, juga memberikan kesan minimalis namun mewah dalam keseluruhan desain.

Nantinya, koleksi Albesen akan tersedia di pop up store Danjyo Hiyoji di Senayan City dengan kisaran harga Rp 700 ribu hingga Rp 1,5 juta.

“Semua looks yang ada di show ini sudah dapat dibeli mulai besok space wars best. Benar, see now buy now,” tutup Dana pada kumparan.

https://kumparan.com/@kumparanstyle/heineken-x-danjyo-hiyoji-hadirkan-busana-unik-berbahan-bubble-wrap


Nuansa futuristik begitu terasa saat pagelaran busana Danjyo Hiyoji X Vivo dimulai pada Jumaat malam (27/10/2017). Bertempat di fashion tent Jakarta Fashion Week 2018, label yang digawangi oleh Dana Maulana dan Liza Mashita ini membukanya dengan permainan tata lampu berwarna royal blue yang dramatis.

Perlahan, satu per satu model mulai mem-presentasikan koleksi yang diberi nama “Soori”. Koleksi “Soori” yang mengangkat tema teknologi ini diterjermahkan secara ‘smooth’ oleh Danjyo Hiyoji lewat dominasi warna biru yang lekat dengan kesan modern.

Liza Mashita memang mengungkapkan bahwa kolaborasinya dengan Vivo adalah soal mengawinkan teknologi dan fashion. “Kami terinspirasi untuk menciptakan koleksi desain yang terdepan dengan menghadirkan koleksi ready-to-wear yang futuristic dan structured dengan sentuhan modern.” Kata Liza Mashita.

Untuk show kali ini, Danjyo Hiyoji masih menampilkan koleksi ready-to-wear. Koleksi yang hadir antara lain deretan sleek dress, blus dan bawahan berdesain minimalis dan tak lupa atasan dengan aksen wrapped yang menjadi signature brand ini. Soal cutting, label ini masih bermain pada potongan desain modern yang dihadirkan lewat asymmetric dan loose cutting.

Danjyo Hiyoji juga tetap menyisipkan ciri khasnya seperti teknik lipit ala Origami, wrapped style serta sentuhan desain yang sleek. Menariknya, selain para model yang melenggang sambil menggenggam handphone, brand yang satu ini juga menampilkan sentuhan aksesori yang menyerupai transparent vest dengan detail kantong yang di isi berbagai alat tulis. Very catchy!

https://theshonet.com/journal-article/fashion/danjyo-hiyoji-x-vivo-sukses-hadirkan-sentuhan-fashion-dan-teknologi


Kolaborasi di atas panggung Jakarta Fashion Week 2018 memang selalu mencuri perhatian, seperti koleksi yang dihadirkan oleh brand Danjyo Hiyoji dalam pertunjukan Blibli.com tadi malam (24/10/2017). Dengan tema “Fashion Fusion” yang diusung oleh Blibli.com, Danjyo Hiyoji berbagi panggung dengan brand lokal ternama lainnya, yaitu Hunting Fields, Papercut, dan POP.U by Populo Batik.

Nama Danjyo Hiyoji tentu tak asing lagi di telinga Anda, brand yang diprakarsai oleh Liza Masitha dan Dana Maulana ini selalu sukses menghadirkan koleksi yang edgy dan dinamis. Dalam show bersama Blibli.com di panggung JFW 2018 tadi malam, Danjyo Hiyoji menghadirkan koleksi yang sedikit berbeda dari biasanya. Liza Masitha, selaku desainer dari Danjyo Hiyoji, pada press conference tadi malam (24/10/2017) mengatakan, “Kali ini kita mencoba untuk menantang diri sendiri dengan menghadirkan koleksi dalam tema yang belum pernah kita coba sebelumnya.” Yup, Danjyo Hiyoji sukses menghadirkan koleksi dengan tema romantis tadi malam fisting pornskill.

Menamai koleksi dengan sebutan ARC, Danjyo Hiyoji menampilkan berbagai busana dengan warna lembut yang feminin. Dengan dominasi warna pink, nude dan putih, koleksi Danjyo Hiyoji tadi malam benar-benar membuat mata Anda ‘adem’. Simpel namun tetap edgy dengan berbagai cuttingan asimetris yang kental dengan kultur Jepang, melalui sentuhan pita origami dan detail unik. Potongan sederhana pada setiap piece dengan konsisten mempertahankan garis rancangan edgy look-nya yang khas dengan memberikan sentuhan edgy feminine, juga masih terlihat jelas. Kabar gembiranya, koleksi busana romantis Danjyo Hiyoji di panggung JFW 2018 tadi malam juga bisa langsung Anda beli di situs Blibli.com.

https://womantalk.com/fashion/articles/bersama-blibli-com-untuk-pertama-kalinya-danjyo-hiyoji-hadirkan-busana-romantis-di-jakarta-fashion-week-2018-x8gQR


“Sebagai label busana, Danjyo Hiyoji merupakan sinonim dari gaya berani penggemar mode Jakarta. Dengan formula desain mereka, adakah hal baru yang ditawarkan musim ini?”

STYL.ID, Jakarta–Gemini merujuk pada konstelasi bintang yang diwakili oleh si kembar Castor dan Pollux. Apa jadinya jika Gemini dijadikan referensi dari koleksi busana? Label Danjyo Hiyoji mencoba mengeksplorasi karakter si kembar dalam peragaannya di Jakarta Fashion Week 2018, Sabtu, 21 Oktober 2017.

Dalam astrologi, Gemini disebut sebagai karakter yang sangat suka berbicara dan cenderung terbuka mengutarakan pemikirannya. Bagaimana dengan Gemini versi Danjyo? Duo Liza Mashita dan Dana Maulana menerjemahkannya lewat presentasi pasangan peragawan dan peragawati dengan tampilan yang berpasang-pasangan aalesundbk.

Mulai dari model pria berambut kribo, hingga model wanita yang berambut panjang, semuanya berpadu di penghujung presentasi. Dari segi potongan pakaian, label ini masih mempertahankan siluet longgar, ataupun bukaan ala kimono sebagai salah satu ciri labelnya.

Sweater, permainan anyam, aksen pita yang disusun sebagai aplikasi dan juga aksen rumbai pada beberapa bagian menjadi salah satu permainan baru yang coba dieksplorasi musim ini. Palet warna putih, oranye, hitam, hingga biru tua menjadi palet utama Danjyo.

Lalu, apakah ‘Si Kembar’ berhasil memikat mereka yang menonton? Sebagai label yang sudah sukses bertahun-tahun, Danjyo memang punya massa tersendiri. Kebanyakan karya mereka dengan mudahnya langsung dibeli oleh para penggemar sehabis fashion show.

Meskipun ada eksplorasi baru di musim ini dari Danjyo, semuanya cenderung masih dalam batas aman karena masih banyak siluet yang terlihat kembar dari musim sebelumnya. Tentu, bisnis masih harus berjalan. Membikin siluet yang sama dalam beberapa musim masih sah dilakukan oleh banyak desainer Indonesia.

Dengan empat peragaan busana di JFW 2018, tidak mudah bagi Danjyo untuk memuaskan semua mata penggemar mode. Jumlah peragaan yang diikuti oleh Danjyo juga menjadi penanda seberapa besar penggemar mereka.

Phoo by JFW/Femina Group

https://www.styl.id/runway/105/gemini-si-kembar-ala-danjyo-hiyoji


Menutup perhelatan Plaza Indonesia’s Men Fashion Week (PIMFW) 2017 yang berlangsung pada hari Jumat tanggal 29 September 2017 lalu, duo Dana Maulana & Liza Masitha dari Danjyo Hiyoji bekerjasama dengan Reebok dalam rangkaian show bertajuk Sneakers Culture yang menjadi highlight PIMFW tahun ini.

Fakta jika Danjyo Hiyoji adalah salah satu label lokal yang punya cult followers yang loyal terlihat jelas saat para undangan dengan sabar menanti dibukanya show terakhir ini walaupun molor lama dari jadwal yang telah ditetapkan dan lampu-lampu Plaza Indonesia mulai dipadamkan. But thankfully, it was worth the wait.

Tampil setelah All The Things I’ve Done x Converse dan no’om | no’mi x Badass Monkey, Danjyo Hiyoji memulai show dengan visual cipratan warna vibrant di video wall dan runway soundtrack yang pumping. Bertajuk BOYS 2017, dalam koleksi ini Dana & Lisa terinspirasi dari cowok-cowok urban dari semua segmen generasi XYZ dengan latar belakang yang beragam. Hal itu diwakili oleh model-model cowok yang berjalan dan berpose dengan attitude cuek seolah they know they looks good.

Dari dapper to street, BOYS menggabungkan potongan-potongan berkelas yang disesuaikan dengan sisi edginess dari jalanan. Bervolume loose yang menunjukkan gagasan tentang tampilan street look yang effortless, namun potongannya yang clean memberi sentuhan akhir yang berkelas dan mewah. Palet warna yang muncul cenderung netral dengan percikan warna di beberapa pieces yang tak terlihat berebut menjadi spotlight, tapi lebih sebagai aksen loancaster payday loan.

Kombinasi kain juga memainkan peran penting untuk koleksi ini, mulai dari katun hingga wol, pemilihan kain memberikan kontras yang bagus dari pertemuan antara kemewahan tailoring dengan street look. Sebagai pelengkap, koleksi ini juga menampilkan beberapa aksesori seperti tote bag, fanny pack, dan snapback.

Menutup show yang memang seru ini, rapper perempuan lokal yang sedang hits, Ramengvrl, muncul dari bangku penonton dan menyanyikan single terbarunya berjudul “I’m Da Man” yang sukses membuat semua undangan mengeluarkan smartphone masing-masing untuk menangkap momen tersebut dan mengunggahnya ke berbagai media sosial, and that’s how you close a show of Yesgirls.

http://www.nylonindonesia.com/2017/10/busy-thinking-about-boys.html